Alih Keahlian

Sejak tahun 2013, saat itu konsenstrasi di profesi IT fokus di dunia jaringan komputer. Ya, memang sejak kuliah aku aktif bersama beberapa komunitas jaringan seperti Gigabolic Networking, Komunitas Linux UMM, dan Laboratorium Teknik Informatika UMM. Syukur saat merantau di Balikpapan, lapangan kerja yang dapat mengapresiasi keahlianku adalah PT Maxtelindo, Internet Service Provider (ISP).

Tak terasa sudah 4 tahun menggeluti dunia jaringan komputer ini. Banyak yang telah kupelajari. Aku masih ingat, manager IT di kantorku di tahun 2013-2014, Delly Bathoro, memberiku tugas pertama di PT. Maxtelindo, instalasi fisik kabel internet di Hotel Sagita Balikpapan. Benar-benar ‘dikerjain‘  karena pekerjaan tersebut nyatanya berlangsung dari masuk kerja hingga jam 10 malam. Offset 5 jam sempat membuat hati gelisah pada pekerjaan ini, tapi tekad tak boleh surut saat itu. Tantangan-tantangan berikutnya muncul dan aku mendapatkan permission untuk naik kelas mempelajari sistem yang bersifat logic, seperti konfigurasi jaringan di perangkat Mikrotik, Cisco, Ubiquiti. Adapun sistem yang benar-benar baru seperti (System Telepon) PABX dengan brand Alcatel Lucent pun harus dipelajari. Tahun 2014, ilmu tentang Sistem Operasi dapat dimanfaatkan dengan baik, Windows dan Linux masuk dalam ranah pengoperasioan.

Keahlian programming /code mengiringi perjalanan IT dan kadang menjadi dominan karena programming adalah renjana pribadi. Beberapa side project pun berdatangan untuk melengkapi deretan karya portfolioku di keahlian yang lain ini. Mulai dari sistem keagenan (cashbroo) di Asuransi Bintang hingga freelance untuk bantu buat software inventory bengkel. Dan pada tahun 2015, aku bersama kawanku Heru Joko berpartisipasi di hackaton Merdeka Yang diselenggarakan di Telkom. Walaupun konsep hackaton merdeka 1.0 waktu itu tidak murni hackaton, karena beberapa tim sudah menyelesaikan aplikasinya sebelum datang di event tersebut, kami tetap sanggup merangkak di peringkat 7 dengan aplikasi kami yang belum jadi.

Masa Depan Teknisi Jaringan Komputer


Kalau ‘nge-bahas’ tentang teknisi jaringan, masa depannya akan tergantung pada pengalaman dan sertifikasi. Ada perusahaan yang mau mengembangkan SDMnya dari nol(0). Ada perusahaan yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang langsung siap pakai, dengan pertimbangan untuk mengurangi investasi pada pengembangan manusianya. Sebagai gambaran sertifikasi cisco CCNA hingga CCNP bugdet harus siap antara Rp 15-35jt dan setelah lulus sertifikat memiliki waktu kadaluarsa.

Kadaluarsa pada sertifikasi jaringan pada dasarnya positif dan memang hal tersebut adalah bagian dari bisnis pengembangan produsen perangkat jaringan (manufaktur) itu sendiri. Pembaharuan perangkat keras dan perangkat lunak yang dilakukan oleh manufaktur membutuhkan adaptasi yang cepat jika ingin cepat penetrasi ke-pasar. strategi umumnya adalah melepas dukungan teknis pada versi perangkat yang lama. Sehingga pasar agak dipaksa menggunakan versi yang lebih baru.

Aku punya dua pandangan tentang sertifikasi ini. Saat lulus kuliah, aku memiliki prasangka buruk atas manfaat sertifikasi yang harus selalu diperbahari setelah masanya. Biaya pribadi yang dikeluarkan untuk melakukan sertifikasi itu tidak terbayang asas manfaatnya, karena lapangan kerja waktu itu ada yang menerima ‘fresh graduate’  dengan syarat minimum tanpa sertifikasi.  Dan saat menjabat manajer teknis di PT. Maxtelindo pandanganku berubah, sertifikat cukuplah penting, biaya yang dikeluarkan untuk melakukannya benar-benar sebuah investasi. Pernah beberapa kali perusahaan teman meminta untuk menyediakan SDM yang memiliki sertifikat tertentu untuk masuk ke tender proyek di pemkot yang mengharuskan peserta tender memiliki SDM yang tersertifikasi.  Hal ini tidak terbayangkan, karena manfaat sertifikat tidak hanya skill to works di satu perusahaan, tapi inisiasi bisnis di perusahaan yang lain. Selain itu, sertifikat bisa skill to works dijual secara personal dengan menawarkan jasa freelance. Tidak sedikit yang membutuhkan jasa konfigurasi logic perangkat karena perusahaannya tidak memiliki IT dan sertifikat dapat memenangkan hal tersebut.

Saran pribadi : Grab those damned certificate while you can! 🙂

Kenapa Kembali ke Programming?


Aku menyukai dunia komputer pada sejak 2004. Saat itu aku masih duduk di bangku SMA, tepatnya SMAN 5 Balikpapan. Ayah punya komputer yang sudah pre-install warcraft:frozen throne yang sering kumainkan. Terkadang main-main koneksi internet via ADSL yang masih jadul. Senang bukan main saat bisa download lagu-lagu digital saat itu lewat internet.

Ada satu kesempatan di sekolah waktu pertengahan tahun 2004. Sekolah ingin menyertakan muridnya pada kompetisi Olympiade Sains Indonesia. Salah satu cabang yang disertakan adalah komputer, Olimpiade Komputer Indonesia (OKI). Beruntung aku akrab dengan lingkungan lab komputer dan ikut seleksi di tingkat sekolah. Persiapan yang dibutuhkan memaksaku untuk paham algoritma dasar dan teknis penggunaan bahasa pemrograman pascal. if-else, do-while, variable, function, library, data-type structure, terlahap walaupun ndak lolos OKI tingkat kota #haha.

Tak dinyana setelah lulus SMA tidak ada subjek di Universitas yang dipilih lulus kecuali IT di UMM. Walau waktu itu IT di UMM baru saja tumbuh/ kickstart (aku angkatan kedua), tapi konten pembelajarannya mengerucutkan dua minatku di IT. Dari sejak kuliah sudut pandang ITku lebih banyak ke pemrograman sekalipun itu di jaringan komputer aku tetap ingin terlibat pada hal yang bersifat logis, code, built, research. Dan seperti sudah terpatri bahwa programming adalah profesi yang lebih profitable daripada teknisi jaringan, baik dari segi investasi dan apresiasi. Sejauh ini Return of Investment(ROI) untuk tooling pemrograman tidak selama teknisi jaringan. Sehingga minat dan kebutuhan untuk menjadi programmer kembali menjadi tinggi.

Setelah 4 tahun menduakan kemampuan ini, akhirnya bisa mulai lagi walau banyak tertinggal dengan rekan-rekan seprofesi. Aku yakin masih bisa mengejar ketertinggalan. JS sudah berkembang lebih pesat, AWS jadi stack tech yang masih PR untuk dipelajari dan perlakuan data sudah tidak sama lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s